KITAB SUCI
YOHANES
Firman Yang Telah Menjadi Manusia
Yoh 1:1-18
- Dalam perikop ini dijelaskan tentang Firman, yang Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Dia-lah yang menciptkan segala sesuatu. Kalau dikatakan: “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej 1:1), maka Firman itu telah ada di sana sebelum penciptaan. Firman itu bukan bagian dari yang diciptakan, melainkan bagian dari kekekalan dan sudah ada bersama dengan Allah sebelum waktu dan dunia ada. Jadi ini mengacu kepada pra eksistensi Yesus.
- Di dalam Dia (Firman) itu ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu berkuasa atas kegelapan, dengan lain perkataan kegelapan tidak menguasai Terang tersebut. Datang Yohanes Pembaptis yang memberi kesaksian tentang Terang itu, dan ia sendiri bukan Terang itu. Terang yang sungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dunia dalam wujud manusia. Dia itu adalah Yesus.
- Dalam Dia ada “hidup” dan hidup itu adalah terang manusia. Apakah hidup itu? Secara sederhana hidup adalah lawan kehancuran, kutuk, dan mati. Dan memang Allah menghendaki agar manusia itu tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16). Yesus pembawa kehidupan, tetapi pemberi hidup adalah Allah sendiri. Mereka memang masih ada tetapi karena dosa, maka mereka sebenarnya telah mati. Jadi kata hidup di sini yang dimaksud adalah hidup kekal. Hidup yang ditawarkan Yesus adalah hidup yang dijalani Allah atau hidup Allah itu sendiri. Karena itu percayalah kepada Yesus, karena barangsiapa percaya kepadaNya ia beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:36).
- Terang yang dibawa Yesus adalah terang yang mengusir ke-kacau-balau-an (Kej 1:3) dan yang menerangi kegelapan (Yoh 1:5). Terang tersebut sanggup menerangi dan mengungkap hal-hal yang tidak kelihatan. Terang itu juga terang yang membimbing, karena orang yang tidak mempunyai terang ia akan berjalan di dalam kegelapan dan tidak tahu ke mana ia berjalan (Yoh 12:46).
- Kegelapan yang sama nyata dengan terang, ada di dunia ini. Kegelapan selain bersikap jahat terhadap terang juga melindungi orang-orang yang membenci kebaikan. Dan kegelapan tersebut bisa menjurus kepada ke-tidak-acuh-an, khususnya dalam menolak terang Yesus Kristus (lih. Yoh 8:12; 12:35, 46).
Kegelapan tidak menguasai terang, maksudnya: - Bahwa kegelapan tidak pernah mengerti, memahami, memaklumi, apalagi menerima terang itu.
- Terang Kristus adalah abadi, maka tidak akan pernah dipadamkan.
- Dari sudut pandang prospektif terang, mengerti sedikit saja akan Yesus sudah berada dalam terang. Selanjutnya makin terang, terus mencari terang, dan akhirnya rindu akan terang.
- Yohanes Pembaptis saksi Yesus
Kurang lebih 400 tahun tidak ada nabi sehingga suara kenabian tidak pernah terdengar sampai munculnya Yohanes Pembaptis. Maka bisa dimaklumi kalau mereka “haus” dan “rindu” akan datangnya seorang nabi. Dengan munculnya Yohanes Pembaptis mereka sangat mengagumi dan menempatkan Yohanes Pembaptis di tempat yang lebih tinggi dari yang pantas baginya. Penginjil Yohanes hat-hati dengan menyajikan bahwa Yohanes Pembaptis memang penting perannya tetapi tokh masih harus di bawah Yesus. Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus. - Firman yang datang ke dunia, datang kepada miliknya, tetapi dunia tidak melihat dan tidak menerimaNya. Dunia yang diciptakan dalam keteraturan dan manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang berfikir, ternyata tidak mau menerima Sang Penciptanya. Tidak saja menolakNya, bahkan secara tak bermoral membunuhNya. Mereka, para pembunuhNya adalah justru orang-orang yang mengaku beragama. Itulah puncak kejahatan manusia (yang dikasihinya).
- Yesus, Firman yang telah menjadi daging, yang datang ke dunia, penuh kasih karunia. Karunia atau anugerah adalah:
- Sesuatu yang istimewa yang diberikan (kepada manusia) walaupun mereka itu tidak pantas dan tidak berhak menerimanya.
- Bukan timbul karena jasa atau suatu usaha.
- Kenyataan bahwa Allah telah datang ke dunia, untuk hidup dan wafat bagi manusia, bukan usaha dan hak manusia.
- Anugerah selain menggambarkan kenistaan manusia juga kebaikan Allah yang tanpa batas.
- Kalau dulu orang diperhadapkan dengan Allah yang kuasa, kebesaran atau keagungan, kekuatan dan hukuman, dan kuasa Allah yang akan menghancurkan semua lawan dan mengalahkan pemberontakan, kini dalam Yesus kita semua diperhadapkan dengan kasih Allah yang lembut.
