Hanya Untuk Diketahui Tidak Untuk Diimani

  1. Kanon Kitab Suci adalah daftar resmi Kitab-Kitab yang diakui Gereja sebagai Kitab yang diilhami Roh Kudus dan karenanya mengandung Wahyu Ilahi. Kitab-Kitab Kanonik adalah Kitab Suci yang oleh Gereja diterima sebagai pedoman normatif bagi iman dan kehidupan kristiani. Karena pengarang Kitab-Kitab ini diilhami oleh Roh Allah, maka Kitab-Kitab ini termasuk kanon atau daftar (resmi) Kitab Suci.
    Untuk menyusun daftar tersebut dibutuhkan waktu antara 4-5 abad sebelum akhirnya dicapai sebuah pemahaman yang kurang lebih disepakati bersama. Wajar tidak semua orang siap menerima kenyataan sejarah yang memperlihatkan bahwa Kitab Suci benar-benar Sabda Ilahi yang dituangkan dalam terang Roh Ilahi ke dalam bentuk tertulis oleh tangan-tangan manusia.
    Banyak orang yang terkejut dan melihatnya dari segi proses yang mereka anggap bahwa peran manusia begitu banyak sehingga dirasa merendahkan peran Allah sendiri.
  2. Selain dari proses kanonisasinya, juga adanya penemuan/penggalian yang banyak muncul akhir-akhir ini, dan didukung oleh adanya motif dagang (business-motives) dalam bentuk penerbitan-penerbitan buku yang jumlahnya “meledak”, baik yang berisi terjemahan, analisa, sindiran terhadap kanon yang sudah ada (=resmi) bahkan ada yang didramatisir dalam bentuk novel, sudah tentu akan membuat para pembaca menjadi bingung, kacau, dan . . . . . “sinis”.
    Bagi umat Kristen sendiri akan menjadi bingung, “ragu-ragu”, atau bahkan “kacau” dengan imannya. Sedang bagi umat non-Kristen akan mendapat masukan/bahan baru untuk memojokkan iman Kristen. Apa pun motif dan alasannya, adanya penggalian-penggalian yang marak tersebut sudah tentu akan menciptakan “suasana baru” yang sedikit banyak bisa berdampak pada iman kita.
    Yesus sendiri sudah pernah bersabda bahwa pada akhir zaman akan muncul “nabi-nabi palsu”, ada yang mengatas-namakan Dia, tetapi ada juga yang justru mengkritik dan bahkan secara halus terselubung atau terang-terangan ingin mengalihkan iman kita kepada iman lain, bahkan ingin menghancurkan iman kita. Maka waspadalah !!
    Di bawah ini disajikan sederetan nada-nada sumbang dan tafsir-tafsir yang berkaitan dengan iman kita kepada Yesus Kristus. Maka kalau Anda mendengar atau membaca buku atau tulisan bagaimana pun “resmi” dan “logis”nya, sepanjang itu belum diresmikan oleh Gereja (Pasamuwan Suci), diakui dan dianjurkan untuk dipakai sebagai pedoman (kanon) Iman Kristen, jangan diimani. Dibaca atau diketahui sekedar sebagai tambahan pengetahuan silahkan, asal, sekali lagi, tidak untuk diimani.
  3. Pada abad ke-1 sudah muncul adanya suatu faham dan aliran tentang penyelamatan melalui pengetahuan (=gnosis; Yun). Mereka mengaku bahwa mereka mengetahui misteri alam semesta. Mereka itu sudah ada sebelum Yesus lahir, dan mereka itu sebenarnya adalah penganut berbagai sekte panteisme. Untuk mendukung ajarannya itu mereka mengarang “injil-injil” baru dan walaupun tidak merupakan agama tersendiri, gnotisme merasuki hampir setiap bidah, dan mereka menyangkal terhadap wahyu obyektif yang terpenuhi pada zaman para rasul.
    Konsep gnosis (pengetahuan) ini meng-klaim bahwa pengetahuan itu hanya dibuka ataupun tersedia bagi kalangan terbatas atau “orang dalam” sendiri (esoteris) tidak terbuka bagi semua orang (eksoteris).
    Banyak teks-teks kuno yang berciri gnostik. Maka banyak judul-judul tulisan yang menggunakan kata “injil” dan dengan menyebut nama di belakangnya, seperti: Injil Petrus, Injil Filipus, Injil Yakobus. Jelas, mereka itu adalah orang-orang yang secara khusus menerima gnosis yang rahasia, yang tidak terbuka bagi yang lain.
    Sekedar sebagai gambaran bahwa ajaran gnostik merasuki bidah-bidah, ternyata dari injil Maria (Magdalena) yang dikutip oleh Deshi Ramadhani, SJ dalam bukunya “Menguak Injil-Injil Rahasia” (Kanisius Yogyakarta, 2007) halaman 35:

    “Petrus berkata kepada Maria, “Saudari, kami tahu bahwa Penyelamat mencintaimu lebih dari perempuan-perempuan yang lain. Katakanlah kepada kami kata-kata Penyelamat yang kamu ingat – yang kamu tahu (tetapi) kami tidak, bahkan kami tidak pernah mendengarnya” Maria menjawab dan berkata, “Apa yang tersembunyi bagimu akan aku nyatakan kepadamu”.

    (Aslinya ayat tersebut dikutip dari: Barty D. Ehrman, Lost Scriptures: Books that Did Not Make It into the New Testament – Oxford : Oxford University Press, 2003 hlm 36).

    Ajaran gnostik yang lain menyatakan bahwa dunia material adalah produk dari kekuatan-kekuatan jahat. Jiwa adalah percikan-percikan ilahi yang kemudian terpenjara dalam dunia material. Untuk membebaskan diri dengan cara antara lain mempelajari praktek-praktek mistik, jampi-jampi atau kata-kata yang penuh kuasa. Kedatangan Yesus adalah sebagai Pembebas jiwa dari kurungan dunia materi (tubuh). Maka dalam hal ini Yesus datang tidak sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, tetapi Ia datang sebagai sebuah manifestasi roh.
    Apa pun kata dan pendapat mereka, biarlah itu. Percayalah saja kepada Injil Kanonik.
  4. Ada pula orang (kelompok) yang menolak ajaran resmi Gereja, di mana Gereja mengajarkan bahwa Yesus wafat di kayu salib, atau wafatNya karena Ia disalib. Kelompok ini mengajarkan, Yesus menyerahkan salibnya kepada Simon dari Kirene dan kemudian dengan suatu cara Ia berhasil mengelabui mata semua orang, ketika Yesus meminjamkan bentuk raga-Nya kepada Simon. Sehingga pada saat disalib, maka yang sebenarnya disalib ialah Simon, dan Yesus memandang kejadian tersebut sambil tertawa; dan sesudah itu Ia naik, kembali kepada Bapa-Nya. Kisah Yesus yang berhasil menyelamatkan diri dari penyaliban merupakan hal yang umum dalam tulisan-tulisan Gnostik. Ajaran ini dicetuskan oleh Basilides.
    Di kemudian hari, kisah ini masuk pula dalam tradisi Islam. Ajakan kami, apapun naskah itu, dan bagaimana pun cerita itu serta siapa pun yang menceritakan, pegang teguh ini: Bila Gereja tidak/belum mensahkan, janganlah hal itu diimani. Kembalilah pada ajaran yang benar dan tekunilah hanya Injil Kanonik.
  5. Ada lagi sekte Gnostik lain yang didirikan oleh Karpokrates pada awal abad ke-2. Ajarannya berisi bahwa Yesus anak Yusuf adalah manusia biasa seperti manusia-manusia lainnya. Perbedaannya hanyalah bahwa Ia mempunyai kemampuan untuk mengingat secara tepat segala sesuatu yang telah disaksikan. Dan oleh karena itu Ia menerima kuasa dari Bapa sehingga Ia bisa menyelamatkan diri dari pencipta-pencipta dunia.
    Para pengikut Karpokrates melakukan praktek-praktek sihir dan menaruh perhatian pada roh-roh serta lelembut-lelembut yang mengirim mimpi-mimpi kepada manusia. Juga atas ini, saran dan ajakan kami, jangan diimani!
  6. Ada pula Marcion, yang terlahir sebagai seorang yang kaya raya, pemilik kapal dan banyak menyumbang bagi Gereja. Ia dilahirkan di Sinope, pelabuhan Pontus di Laut Hitam. Marcion menolak seluruh Perjanjian Lama. Dan ia membedakan di mana ada Allah Tertinggi (Allah Pencipta) yang berpegang pada prinsip kebaikan, dan di lain pihak ada Allah Yang Lebih Rendah (Allah orang Yahudi) yang berpegang pada prinsip keadilan.  
    Atas dasar ajarannya, Marcion harus mempertanggung jawabkan ajarannya tersebut di hadapan para pemimpin Gereja di Roma. Karena ia teguh pada ajarannya maka ia terkena ekskomunikasi; dan semua bantuan yang pernah diberikan kepada Gereja dikembalikan.
    Ajaran lainnya dari Marcion adalah bahwa Yesus berasal dari Bapa dan mengambil tampilan seturut daging. Dan pada saat disalib, Ia melepaskan tampilan itu. Dengan demikian yang tergantung pada salib bukanlah Yesus yang sesungguhnya melainkan hanya tampilan atau tampakan Yesus sebagai manusia yang berdaging.
    Karena Yesus hanyalah tampak memiliki raga sebagai manusia, maka Yesus bukanlah manusia penuh. Dan karena Ia bukan manusia penuh maka tidak mungkin dilahirkan dari seorang perempuan. Begitu jugakah iman Anda? Kami sarankan dan sekaligus kami ajak anda untuk tidak mengimaninya. Tetaplah berpegang pada iman yang benar sebagaimana diajarkan Yesus Kristus.
    Percayalah kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang dilahirkan oleh Perawan Maria karena kuasa Roh Kudus. Dialah yang menderita sengsara pada zaman pemerintahan Ponsius Pilatus demi menyelamatkan kita orang berdosa; Ia disalibkan, wafat, dan dimakamkan dan turun ke tempat penantian, tetapi pada hari ketiga Ia bangkit dari antara orang mati, yang kemudian naik ke Surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa, dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan orang mati . . . . . . . . . (Syahadat para Rasul).
Powered by Blogger.