Kerajaan Allah

  1. Kerajaan Allah disebut juga Kerajaan Surga, adalah pokok pewartaan Yesus. Untuk memudahkan agar hakikat Kerajaan Allah itu mudah dipahami, maka Yesus menggambarkannya dengan lambang-lambang duniawi, seperti: Perjamuan, pesta perkawinan, kedudukan di samping Yesus Kristus Yang menghakimi segala bangsa. Kerajaan Allah adalah suatu kenyataan baru, yaitu hidup yang tidak akan mati lagi; dengan lain perkataan mengambil bagian di dalam kehidupan ilahi.
    Nah, untuk bisa masuk ke dalamnya atau untuk bisa memperoleh Kerajaan Allah, maka orang harus bertobat dan percaya akan Kabar Gembira yang dibawakan oleh Yesus.
    “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk 1:15).
    Percaya kepada Injil berarti percaya juga kepada Yesus Kristus – Sabda Yang telah menjadi Daging – Juru Selamat yang sejati.
    “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis 4:12).
  2. Kerajaan Allah itu terbuka bagi semua orang, siapa saja, yang:
    1. berusaha untuk melaksanakan kehendak Allah;
    2. lurus dan rendah hati seperti seorang anak;
    3. bertindak adil;
    4. mengampuni ; dan
    5. mengusahakan kedamaian. 
  3. Untuk mengejar Kerajaan Allah, maka orang harus bersedia dan rela meninggalkan apa saja seperti: kekayaan, orangtua, keluarga, anggota tubuhnya, dan bahkan nyawanya sendiri demi kebenaran.
    “Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu” (Luk 14:26).
    “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi muridKu” (Luk 14:33).
  4. Kerajaan Allah, atau kehidupan abadi atau keselamatan juga diumpamakan seperti “mutiara yang paling indah dan harta terpendam”. “Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” (Mat 13:46).
    Tidak ada yang lebih berharga dan lebih penting daripada “mutiara” tersebut, Kerajaan Allah. Dan dengan kedatangan Kristus, maka Kerajaan Allah itu sudah dekat, bahkan sudah di ambang pintu, sudah di tengah-tengah kita, yaitu dalam pribadi dan karya Utusan Allah tersebut.
    “Sejak waktu itu Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat 4:17).
    “Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu (Mrk 13:29).
    “Juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Luk 17:21).
  5. Kerajaan Allah itu bukanlah berarti suatu wilayah atau area, akan tetapi satu pengakuan dan pengamalan kehendak ilahi. Karena itu Yesus pernah bersabda bahwa Kerajaan Ku bukan berasal dari dunia ini. “Jawab Yesus: KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika KerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi KerajaanKu bukan dari sini”  (Yoh 18:36).
    Dengan bantuan rahmat ilahi orang beriman sudah sanggup mengetahui dan melaksanakan kehendak Allah, sehingga semuanya menjadi baru. Dengan demikian, masa depan yang tak tergantikan lagi, sudah mulai berkembang. Artinya, dengan syarat kalau orang menerima dan hidup sesuai dengan Sabda Allah, Kabar Gembira, yaitu bila ia bertobat dan beriman, dengan mengamalkan hukum pokok Kerajaan Allah ini yaitu: Cintailah/kasihilah Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan juga yang sama dengan hukum tersebut adalah “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:37, 39).
  6. Bukan hanya dalam diri Yesus, tetapi juga dalam karyaNya tampak bahwa Kerajaan BapaNya adalah untuk orang-orang yang sakit, kerasukan setan, anak-anak, pelacur dan mereka yang lemah, miskin, lapar dan menangis. Mereka itu semua adalah apa yang sekarang disebut KLMT (kecil, lemah, miskin, dan tersingkir).   
    Kerajaan Allah bukan datang sekonyong-konyong akan tetapi tumbuh seperti benih di ladang dan di antara ilalang yang ilalang itu dibiarkan tumbuh sampai Kerajaan Allah tampak dalam kemuliaannya pada hari akhir (kiamat).
  7. Orang harus menaruh kepercayaan kepada Yesus supaya Allah menganugerahi benih Kerajaan itu kepadanya dan agar benih itu jatuh pada “tanah yang subur”, tahan uji dalam segala godaan dan menghasilkan buah yang berlimpah-limpah.
    Kerajaan Allah bukan hasil kerja manusia, walaupun mereka harus berusaha dan berdoa: “Datanglah KerajaanMu” (Mat 6:10), tetapi tumbuh dari kekuatan Allah saja. Diibaratkan Kerajaan Allah itu seperti benih yang ditaburkan oleh orang di tanah pada siang hari, kemudian ia tidur, kemudian pada hari berikutnya benih itu tumbuh, mengeluarkan tunas, dan makin tinggi, dan seterusnya sampai mengeluarkan buah. Dan bila sudah sampai saatnya dituai karena musim panen sudah tiba. Bagaimana proses itu semua, orang tersebut tidak tahu (lih. Mrk 4:26-29).
    Kejayaan dan kemuliaan Kerajaan Allah memang masih tersembunyi, akan tetapi dinamikanya sudah meresapi orang yang beriman maupun seluruh dunia. Gereja bukanlah Kerajaan Allah akan tetapi alatNya. Gereja mewartakan Kabar Gembira bagi orang yang menantikan kerajaan kerahiman dan keadilan ilahi. Di dalam Gereja-lah daya Kerajaan Allah bekerja dan kepada Gereja pula diberikan “Kunci Kerajaan Surga”
    “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga” (Mat 16:19).
  8. Dalam Gereja Purba, pewartaan tentang Kerajaan Allah ditekankan pada pewartaan tentang Yesus Kristus. Sebab dengan wafat, kebangkitan dan kenaikanNya dan duduk di sisi Bapa, orang menyadari bahwa “nasib” Yesus adalah cara Kerajaan Allah direalisasikan dalam dunia ini sampai Ia datang kembali dalam kekuasaan dan kemuliaanNya sebagai Allah Manusia. Dan apa yang Ia wartakan kini menjadi kenyataan dalam DiriNya. Roh KudusNya akan berkarya dalam diri orang beriman dan mengembangkan Kerajaan Allah dari dalam hati mereka sehingga tampak dalam kenyataan sehari-hari dalam segala bidang kehidupan masyarakat.
Powered by Blogger.