Sempurna

“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapa-mu yang di sorga adalah sempurna” (Mat 5:48)


Dalam perintah/ajaran-Nya tentang mengasihi musuh, Yesus menghendaki agar orang memiliki kasih, kebajikan dan kehendak baik yang tiddak mengenal batas. Ini dimaksudkan agar manusia (=kita) dengan kasih semacam itu menjadi gambar/secitra dengan Allah. Allah menerbitkan matahari dan menurunkan hujan untuk semua orang baik mereka itu orang benar maupun orang jahat.

Yesus mengatakan: “…. haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna” (mat 5:48). Ayat ini sepertinya tidak ada hubungannya dengan diri kita, Jarang bahkan hampir tidak ada orang yang berlelah-lelah mengkaitkan diri dengan kesempurnaan. Apa yang dimaksud dengan sempurna?

Kata “sempurna” sering dipakai dalam arti khusus, Binatang yang dianggap cocok untuk korban persembahan bagi Allah adalah binatang yang tanpa cacat dan cela (tekios; Yun). Orang yang telah mencapai kedewasaannya secara penuh juga disebut sempurna; artinya ia tidak lagi pemuda atau setengah dewasa. Seorang mahasiswa yang mencapai tahap pengetahuan yang matang tentang pokok yang diminatinya juga disebut sempurna, artinya ia bukanlah seorang mahasiswa permulaan yang sama sekali belum mempunyai pemahaman tentang pokok tersebut.

Dengan lain perkataan, bahwa kesempurnaan menurut orang Yunani adalah ke-berfungsi-an. Artinya sesuatu disebut sebagai sempurna apabila sesuatu tersebut sepenuhnya berfungsi sesuai dengan yang terkandung di dalam rencana, pola, dan pembuatannya. Manusia disebut sempurna kalau manusia itu mengetahui dan sepenuhnya berfungsi sesuai dengan tujuan penciptaan dan penempatannya di dunia ini. Jadi dalam kata “sempurna” tersebut tersirat akhir, tujuan, maksud, dan hasil.

Sebagai ilustrasi yang sederhana, umpama ada sekrup yang kendor. Untuk mengencangkan sekrup yang kendor tersebut kita pergi ke toko besi untuk membeli obeng. Dengan obeng itu kita mengencangkan sekrup yang kendor tadi, dan sekrup menjadi kencang kembali. Maka obeng kita sebut sempurna karena ia sepenuhnya benar-benar memenuhi tujuan dan maksud kita membelinya. Jadi obeng tersebut sepenuhnya berfungsi seperti yang kita maksudkan. 

Manusia akan disebut sempurna kalau ia sepenuhnya memenuhi tujuan penciptaannya. “Baiklah kita menjadikan manusia, menurut gambar dan rupa Kita” (Kej 1: 26). Manusia diciptakan untuk menjadi segambar dan serupa dengan Allah. Apa itu sifat khusus Allah? Sifat khusus dari Allah adalah adanya kebajikan, kehendak baik yang tidak mengenal batas, serta kehendak untuk terus menerus mengusahakan yang terbaik bagi setiap orang. Dan sifat khusus yang besar dari Allah adalah kasih-Nya yang mulus, total, baik terhadap orang suci/benar maupun terhadap orang berdosa. Apapun yang diperbuat oleh manusia terhadap Allah, Allah tetap mengusahakan yang terbaik bagi manusia. Di dalam Yesus Kristus, Allah telah menderita dan mati di salib karena cinta-Nya kepada manusia. Rela mati dalam kehinaan untukmembela/menebus manusia, yang justru manusia masih dalam keadaan berdosa.

Maka orang akan menjadi sempurna, apabila di dalam hidupnya orang tersebut memberlakukan kebajikan dan kasih Allah yang bersedia berkorban, mengampuni yang semuanya dilakukan dengan tidak mengenal lelah. Ia memberikan perhatian sepenuhnya kepada orang lain. Sempurnalah dia.

Kita akan mengetahui kemanusiaan kita yang sejati manakala kita menjadi segambar dengan Allah. Dan salah satu hal yang membuat kita segambar dengan Allah adalah: kasih yang tak henti memberikan perhatian kepada orang lain, terlepas dari apapun yang diperbuat oleh orang lain itu terhadap kita dan kasih tersebut. Kemanusiaan kita yang sejati tampak di sini; dan kesempurnaan kristiani muncul bila kita mengampuni dan mengasihi sebagaimana halnya Allah mengampuni dan mengasihi ciptaan-Nya.

Powered by Blogger.