Yohanes, Rasul Dan Penulis Injil

  1. Yohanes adalah adik Yakobus, anak Zebedeus. Ibunya bernama Salome, yang kemungkinan besar adalah saudara perempuan Maria, Ibu Yesus (Mat 27:56; Mrk 16:1). Yohanes termasuk murid yang terdekat dengan Yesus. Hal ini ternyata dari hal:
    1. Dalam daftar-daftar para murid Yesus, selalu dimulai dengan nama-nama: Petrus, Yakobus dan Yohanes.
    2. Dalam peristiwa-peristiwa penting mereka bertiga selalu diajak Yesus untuk menemaniNya; seperti waktu penyembuhan anak Yairus (Mrk 5:37), waktu Yesus dimuliakan di atas gunung (Mrk 9:2), dan sewaktu di taman Getsemani (Mrk 14:33).
    3. Sewaktu Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir, murid yang bersandar pada Yesus adalah Yohanes (lih. Yoh 13:23-25).
    4. Ketika Yesus wafat di salib, Ia menyerahkan Maria, ibuNya, kepada Yohanes (lih. Yoh 19:25-27).
    5. Setelah tahu bahwa kubur itu telah kosong, maka Maria Magdalena berlari-lari menemui Petrus dan Yohanes, murid yang dikasihinya (lih. Yoh 20:2).
    6. Ketika Yesus menampakkan diriNya untuk yang terakhir kalinya di tepi danau, Yohanes hadir /ada di situ (lih. Yoh 21:20).
      Menurut karakternya, Yohanes adalah orang yang benar-benar penuh gejolak dan ambisi. Maka kakak-beradik tersebut (Yohanes dan Yakobus) diberi nama julukan Boarnerges, yang berarti Anak-anak Guruh.
      Kakak-beradik tersebut termasuk orang yang eksklusif dan intoleran. Hal ini nyata dari hal bahwa mereka melarang orang yang bukan murid Yesus mengusir setan dengan memakai nama(demi nama) Yesus (lih. Mrk 9:38; Luk 9:49). Juga temperamennya begitu keras sehingga mereka siap sedia untuk membumi-hanguskan sebuah desa orang Samaria, karena desa tersebut tidak mau menerima mereka (lih. Luk 9:54).
      Juga, entah mereka berdua, entah ibunya, pernah mempunyai ambisi untuk menjadi “menteri-menteri negara yang penting” bila Yesus datang ke dalam kerajaanNya (lih. Mat 20:20-21; Mrk 10:35-37).
      Yohanes ialah penulis Injil keempat dan juga Kitab Wahyu.
  2. Maksud dan tujuan penulisan Injil
    1. Injil Yohanes berbeda dengan ketiga Injil yang lain (Matius, Markus, dan Lukas) yang biasa disebut Injil sinoptik (serupa). Setiap penulis, mempunyai kesan, pandangan dan minat tersendiri tentang pribadi Yesus. Dan setiap penulis sudah tentu menulis untuk menjawab kebutuhan umat yang menjadi tujuan Injilnya. Situasi, kondisi, dan kebutuhan umat yang berbeda akan membawa perbedaan dalam penekanan Injilnya, khususnya yang menyangkut aspek teologisnya dan juga pemilihan  bahan atau perikop yang akan dimuat dalam Injilnya. Kalau Injil sinoptik itu ditujukan kepada orang-orang Yahudi, maka Injil Yohanes lebih ditujukan untuk orang-orang non-Yahudi, yaitu orang-orang yang berbudaya Yunani. Kekristenan telah tersebar luas ke dunia non-Yahudi, yang berbudaya lain daripada budaya Yahudi, maka kekristenan itu harus dinyatakan dalam “suasana” Yunani (Helenis), agar mudah diterima.
    2. Injil Yohanes adalah Injil paling akhir, dan mungkin penulisnya tidak ingin menulis atau menyusun Injilnya sama dengan Injil sebelumnya (Injil Sinoptik). Oleh karena itu maka sejumlah tokoh kuno berpendapat bahwa Injil Yohanes “melengkapi” Injil Sinoptik.
    3. Hal-hal yang khas Yohanes misalnya Daftar Silsilah. Bagi orang Yahudi daftar silsilah adalah hal yang umum, sedang bagi orang Yunani tidak biasa dengan daftar silsilah. Maka kalau dalam Injil Sinoptik kita dapati daftar silsilah , dalam Injil Yohanes tidak dimuat adanya daftar silsilah tersebut.
      Kalau tokoh Daud bagi orang Yahudi merupakan simbol ambisi nasional bagi orang Yunani Daud tidak mempunyai makna apa-apa. Demikian juga kalau Mesias bagi orang Yahudi merupakan tokoh idola dan harapan, bagi orang Yunani tidak dikenal, siapa itu 
    4. Orang Yunani adalah salah satu dari pemikir-pemikir “dunia”. Apakah mereka harus meninggalkan warisan intelektual yang besar itu dan kemudian berpikir secara Yahudi dengan segala kaidah-kaidahnya? Kiranya sulit hal itu untuk dilakukan. Sebab seandainya mereka harus mengubah pola pikir mereka seperti orang Yahudi, ini berarti bahwa mereka harus “menjadi Yahudi”. Itulah salah satu dasar atau alasan ditulisnya Injil Yohanes yang ditujukan untuk orang-orang non-Yahudi. 
    5. Pada orang Yunani ada istilah “logos” (bhs Yunani) yang berarti “sabda” atau “buah pikiran yang diungkapkan dalam perkataan”. Sabda itu adalah pre-eksisten artinya sudah ada sebelum dunia dan waktu diciptakan. Dengan perantaraan sabda segala sesuatu diciptakan. Jadi sabda itu tidak diciptakan. Sabda yang secara personal bersatu dengan Allah, adalah Allah dan merupakan Cahaya dan Hidup untuk semua manusia. Nah, sabda itu sekarang telah menjadi daging, artinya menjadi manusia. Sabda yang dulu abstrak, sekarang telah nyata dan dapat dilihat dengan mata telanjang, karena telah menjadi daging (manusia). Siapakah Dia? Manusia itu adalah Yesus dari Nazaret. Nah, dengan ini maka pola pikir orang-orang non-Yahudi akan mudah menerima Yesus.
      Pemakaian gelar Logos oleh Yohanes sudah disinggung dalam Perjanjian Lama, di mana “Sabda Allah” diartikan secara erat sekali dengan Allah. “Demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes 55:11).
    6. Dikaitkan dengan pembaca Injil Yohanes yang adalah orang-orang non-Yahudi yang pola pikirnya sudah tinggi, maka kelihatan bahwa Injil Yohanes lebih rohani dibandingkan dengan Injil Sinoptik. Dalam mukjizat-mukjizat yang diadakan, selalu diikuti dengan cerita panjang. Misalnya:
      + Mukjizat Yesus memberi makan 5000 orang, dilanjutkan dengan cerita tentang roti hidup (Yoh 6:1-15; 25-59).
      + Mukjizat mencelikkan mata orang buta, dikaitkan dengan bahwa Yesus adalah terang dunia (Yoh 9).
      + Mukjizat membangkitkan Lazarus diikuti dengan cerita tentang Yesus sebagai kebangkitan dan hidup (Yoh 11).
      Mukjizat-mukjizat tersebut adalah gambaran bahwa Yesus adalah roti hidup yang nyata, yang benar, yang kekal, dan terang dunia yang kekal bagi setiap orang, serta kebangkitan dan hidup yang terus-menerus bagi setiap orang.
  3. Ke-khas-an Injil Yohanes
    Dibandingkan dengan Injil Sinoptik kekhususan Injil Yohanes terdapat dalam hal :
    1. Injil Yohanes tidak memuat cerita tentang kelahiran, pembaptisan, dan pencobaan yang dialami Yesus.
    2. Tidak berbicara tentang Perjamuan Terakhir, Taman Getsemani, dan kenaikan Yesus ke Surga.
    3. Tidak menceritakan penyembuhan orang sakit dirasuk setan.
    4. Cerita perumpamaan yang sangat penting dalam Injil sinoptik, sama sekali tidak diceritakan di sini.
    5. Kalau dalam Injil Sinoptik Yesus berbicara dengan kalimat-kalimat yang pendek, jelas, dan mudah dimengerti, dalam Injil Yohanes percakapan Yesus sering merupakan pidato yang panjang dan berisi banyak argumentasi.
    6. Cerita tentang permulaan pelayanan Yesus sudah dimulai sebelum Yohanes Pembaptis dipenjara; artinya ada waktu tertentu di mana Yesus dan Yohanes Pembaptis sama-sama melayani (li. Yoh 3:22-30; 4:1-2). Sedang dalam Injil Sinoptik secara tegas disebutkan bahwa setelah Yohanes Pembaptis dipenjara, barulah Yesus muncul sebagai pengkhotbah (lih. Mrk 1:14; Luk 3:18-20; Mat 4:12).
  4. Pelayanan Yesus
        Menurut Injil Yohanes pelayanan Yesus antara 2 – 3 tahun, sedang menurut Injil Sinoptik hanya satu tahun kalau dilihat hanya ada satu kali perayaan Paskah. Bukti pelayanan Yesus dapat ditelusur dari Injil Yohanes, di mana ada tiga kali perayaan Paskah.
    1. Waktu perayaan pembersihan Bait Allah. “Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem” (Yoh 2:13)
    2. Waktu Yesus mengadakan mukjizat memberi makan 5.000 orang. “Dan Paskah, hari raya orang Yahudi sudah dekat” (Yoh 6:4).
    3. Waktu Yesus disalibkan. “Tetapi pada kamu ada kebiasaan bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?” (Yoh 18:39).

      Pembuktian lain bahwa pelayanan Yesus adalah tiga tahun, juga dapat ditelusur dari:
      1. Waktu para murid memetik gandum pada hari Sabat. “Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-muridNya memetik bulir gandum” (Mrk 2:23). Kejadian ini tentu terjadi pada musim semi, menjelang panen gandum.
      2. Waktu Yesus mengadakan mukjizat memberi makan 5000 orang. “Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau” (Mrk 6:39). Ini berarti terjadi pada musim semi.
      3. Waktu Yesus dimuliakan di atas gunung (Mrk 9:2-13). Keinginan Petrus yang ingin mendirikan tiga pondok untuk tempat tinggal Yesus, Elia, dan Musa (ay 5) adalah wajar kalau dihubungkan dengan perayaan Pondok Daun. Peristiwa itu terjadi pada bulan Oktober, yang beberapa bulan lagi ada perayaan Paskah (April).
  5. Cerita-cerita yang hanya terdapat dalam Injil Yohanes. 
    1. Pesta kawin di Kana (Yoh 2:1-11).
    2. Percakapan dengan Nikodemus (Yoh 3:1-21).
    3. Percakapan dengan perempuan Samaria (Yoh 4:1-42).
    4. Lazarus dibangkitkan (Yoh 11:1-44).
    5. Yesus membasuh kaki para muridNya (Yoh 13:1-17).
    6. Ajaran Yesus tentang Roh Kudus, Sang Penghibur (Yoh 14-17).
  6. Keterangan tentang hal-hal kecil untuk menunjukkan bahwa memang ada seseorang yang menyaksikan dan mengingatnya, seperti:
    1. Roti yang dibawa oleh seorang anak adalah roti jelai (Yoh 6:9).
    2. Ketika Yesus berjalan di atas air untuk menghampiri muridNya, para murid telah berlayar 2-3 mil jauhnya (Yoh 6:19).
    3. Jumlah dan ukuran tempayan yang terddapat di tempat pesta perkawinan di Kana ada enam tempayan yang isinya masing-masing 2-3 buyung (Yoh 2:6).
    4. Ada enpat orang tentara yang bertaruh untuk jubah yang ditinggalkan Yesus (Yoh 19:23).
    5. Berat campuran minyak mur dan gaharu untuk ramuan ada 40 kati yang dibubuhkan pada mayat Yesus (Yoh 19:39).
    6. Bau minyak narwastu murni memenuhi ruangan (Yoh 12:3).
  7. Penulis Injil Yohanes rupanya mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Palestina dan Yerusalem. Hal ini ternyata dari keterangan-keterangan rinci, misalnya tentang:
    1. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membangun Bait Allah. “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” (Yoh 2:20).
    2. Bahwa ada permusuhan turun-temurun antara orang Yahudi dan orang Samaria. “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria. (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria” (Yoh 4:9).
    3. Bahwa orang Yahudi menganggap rendah perempuan (Yoh 4:9).
    4. Pandangan orang Yahudi terhadap hari Sabat. “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu” (Yoh 5:10). Bandingkan dengan Yoh 7:21-23; 9:14.
    5. Ada dua kota bernama Betania yaitu satu di seberang sungai Yordan (Yoh 1:28), dan yang satu lagi adalah kota tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati (Yoh 12:1).
    6. Ada murid yang berasal dari Betsaida (Yoh 1:44; 12:21).
    7. Bahwa Kana itu terletak di Galilea (Yoh 2:1; 4:46; 21:2).
    8. Bahwa Sikhar terletak di kota Sikhem (Yoh 4:5).
    9. Letak pintu Gerbang Domba dan kolam Betesda (Yoh 5:2).
    10. Letak kolam Siloam (Yoh 9:7).
    11. Letak Serambi Salomo (Yoh 10:23).
    12. Letak selokan Kidron (Yoh 18:1).
    13. Tempat duduk dari batu yang disebut Gabata atau Litostrotos (Yoh 19:13).
Powered by Blogger.