BUNGIKAT
Yusuf Tokoh Tersembunyi
- Siapakah Yusuf
- Abraham beristerikan Sara, yang karena sudah lanjut usia belum juga dikaruniai anak, maka Sara memberikan budaknya, Hagar (orang Mesir) kepada Abraham untuk dihampiri. Mengandunglah Hagar. Wanita tanpa anak pada masa itu termasuk aib. Maka Hagar pun mulai memandang rendah pada Sara. Atas hinaan Hagar tersebut, sebagai nyonya rumah, Sara kemudian ganti menindas Hagar. Atas penindasan tersebut maka Hagar kemudian melarikan diri. Dalam pelarian Hagar ditemui malaikat Tuhan supaya kembali kepada nyonyanya. Maka kembalilah Hagar ke rumah nyonyanya.
- Setelah genap harinya, Hagar melahirkan seorang anak laki-laki dan diberinya nama Ismael. Sara pun kemudian mengandung, dan melahirkan seorang anak laki-laki dan diberinya nama Ishak. Perbedaan umur antara Ismael dengan Ishak kira-kira 14 tahun. Ketika Ismael mengejek Ishak Sara merasa sakit hati, yang kemudian lapor kepada Abraham. Dan akhirnya diusirlah Hagar bersama Ismael.
Dalam pelarian tersebut Hagar ditemui malaikat Tuhan dan disarankan untuk kembali kepada nyonyanya, dengan janji bahwa ia akan diberi keturunan yang banyak. - Kepercayaan Abraham diuji.
Untuk menguji kesetiaan Abraham kepada Allah, maka Allah mengujinya dengan menyuruh membunuh (mengorbankan) anaknya, Ishak. Tentu Abraham akan berpendapat: bagaimana Allah akan memenuhi janjiNya. Semula dijanjikan bahwa Abraham akan diberi keturunan yang besar jumlahnya, dan itu dibuktikan dengan diberinya anak pada usia tuanya, yaitu Ishak. Sekarang datang perintah bahwa Ishak harus dibunuh; jadi bagaimana sebutan “bapa bangsa” akan disandang kalau anak yang akan menurunkan bangsa-bangsa sudah mati? Ternyata kesetiaan Abraham kepada Yahwe total. Dia hanya percaya kepada Yahwe, bahwa Ia akan menyelesaikan semuanya.
Demikiaanlah korban Ishak ditukar dengan domba jantan, karena kesetiaan Abraham kepada Allah, dan juga Abraham orang yang takut kepada Allah (Kej 22:1-19). - Setelah dewasa, Ishak dikawinkan dengan Ribka, anak Betuel dari Milka. Ribka ini mempunyai saudara laki-laki yang bernama Laban. Dan Laban mempunyai anak perempuan Lea (yang tua) dan Rahel(adiknya) (Kej 29).
Perkawinan Ishak dengan Ribka melahirkan dua orang anak laki-laki yaitu Esau yang sulung dan Yakub, adiknya. Sejak dalam kandungan antara Esau dan Yakub sudah bertentangan. Dan ini sebagai lambang pertentangan antara dua bangsa. - Esau dan Yakub
a. Esau ketika lahir berwarna merah, dan tubuhnya seperti jubah berbulu. Ia pandai berburu dan suka tinggal di ladang.
b. Yakub wataknya tenang, dan suka tinggal di kemah.
c. Karena lapar datang dari padang, Esau menukarkan hak kesulungannya kepada Yakub dengan semangkok bubur kacang merah. Dan itulah sebabnya ia diberi nama “Edom”.
d. Setelah Ishak sudah tua dan matanya sudah kabur, ia bermaksud memberkati Esau sebagai anak sulung. Maka disuruhnyalah Esau pergi berburu dan mengolah hasil buruannya untuk upacara pemberkatannya.
e. Ribka yang mendengar / tahu rencana tersebut segera bertindak, mengolah daging kambing dan mengenakan pakaian berbulu kepada Yakub untuk diberkati. Maka diberkatilah Yakub (anak bungsu) sebagai anak sulung. (Kej 27: 1-40). - Anak-anak Yakub
a. Yakub kawin dengan Lea dan Rahel (anak Laban, saudara ibunya). Yakub sebenarnya lebih mencintai Rahel, adiknya, dari pada Lea, kakaknya (Kej 29).
b. Karena Lea tidak dicintai oleh Yakub, maka dibukalah kandungannya oleh Tuhan, sebaliknya kandungan Rahel ditutup. Dan lahirlah anak-anak Lea bagi Yakub yaitu: Ruben, Simeon, Lewi, dan Yehuda (Kej 29:31-35).
c. Setelah tahu bahwa Lea, kakaknya, melahirkan empat orang anak bagi Yakub, maka cemburulah Rahel dan kemudian memberikan Bilha, budaknya kepada Yakub untuk diambil isteri. Maka lahirlah dua orang anak bagi Yakub dari Bilha yaitu Dan serta Naftali. (Kej 30:1-8).
d. Setelah Lea mengetahui bahwa dirinya sudah tidak dapat melahirkan lagi maka ia memberikan Zilpa, budaknya, kepada Yakub. Lahirlah dua orang anak laki-laki bagi Yakub dari Zilpa yaitu Gad dan Asyer (Kej 30:9-13).
e. Kemudian Lea melahirkan lagi dua orang anak bagi Yakub yaitu Ishakar dan Zebulon. Kemudian lahir lagi anak perempuan dan diberi nama Dina (Kej 30:14-21).
f. Dari Rahel, Yakub mempunyai anak Yusuf (Kej 30:22-24) dan Ben-Oni atau Benyamin (Kej 35:16-18). - Keretakan Keluarga
- Jadi Yakub mempunyai anak 13 orang dari empat orang isteri, dengan urutan kelahiran sebagai berikut:
1). Lea : (1). Ruben (2). Simeon (3). Lewi (4). Yehuda
2). Bilha : (5). Dan (6). Naftali
3). Zilpa : (7). Gad (8). Asyer
4). Lea : (9). Ishakar (10). Zebulon (11). Dina (perempuan)
5). Rahel : (12). Yusuf - Yakub lebih mencintai Yusuf dan Benyamin dari pada anak-anaknya yang lain. Hal ini bisa dimaklumi karena mereka adalah anak dari isteri yang sungguh memang dicintai.
- Sikap pilih kasih ini menimbulkan rasa iri hati dari saudara-saudaranya, anak-anak dari ibu-ibu lain. Lebih-lebih dengan mimpi-mimpi dan tafsirannya, maka rasa iri tersebut memacu kepada rasa benci. Maka saudara-saudaranya berusaha untuk menyingkirkan Yusuf.
- Salah satu bentuk pilih kasih tersebut adalah sebuah jubah. Maka sewaktu Yusuf dalam satu kesempatan mengunjungi saudara-saudaranya di padang dengan memakai jubah tersebut, meluaplah rasa benci saudara-saudaranya. Yusuf hendak dibunuh tetapi Ruben melarangnya. Maka Yusuf kemudian dilemparkan ke dalam sumur yang tidak berair.
- Ketika kemudian ada kafilah lewat, maka timbullah pikiran untuk menjual Yusuf sebagai budak pada kafilah. Demikianlah Yusuf dijual kepada kafilah Ismael atas usul Yehuda.
- Untuk mengelabui ayahnya, Yakub, maka jubah Yusuf dilumuri darah kambing dan dilapaorkan kepada ayahnya bahwa Yusuf telah diterkam oleh binatang buas.
- Jubah Yusuf yang semula sebagai lambang cinta, berubah menjadi tanda kebencian dan tanda penipuan.
- Oleh para kafilah, kemudian Yusuf dijual kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawas raja (Kej 39:36).
- Yusuf di Rumah Potifar (Kej 39:1-23)
- Karena Yusuf jujur, dan rajin, maka ia dipercaya oleh tuannya, Potifar. Dalam setiap pekerjaannya Yusuf selalu berhasil. Maka Potifar memberi kuasa kepada Yusuf atas semua miliknya dan rumahnya (kecuali isterinya sudah tentu).
- Cerita dibalik layar, konon Potifar tidak 100% pria; maka sekarang giliran isteri Potifar yang jatuh hati pada Yusuf, pria yang cakap, cekatan dan. . . ganteng. Yusuf dirayu oleh isteri Potifar untuk melayani kerinduan seorang wanita terhadap pria, tetapi Yusuf tidak mau dengan alasan tidak mau melukai hati tuannya (Potifar) dan ia takut kepada Tuhan.
- Karena rayuannya tidak berhasil, maka isteri Potifar membuat skenario bahwa ia diperkosa oleh Yusuf, dengan bukti pakaian Yusuf yang ditinggalkan, karena Yusuf lari keluar. Atas dasar skenario itu maka Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Kesucian dan penolakan Yusuf terhadap ajakan berbuat mesum membawa dia ke penjara. Tetapi Tuhan selalu mendampingi Yusuf.
- Yusuf di Penjara (Kej 40:1-23)
- Kembali, karena kecekatan dan kejujurannya, maka Yusuf mendapat kepercayaan dari kepala penjara. Maka kemudian ia dipercaya oleh kepala penjara untuk mengurusi kebutuhan para narapidana yang lain.
- Di dalam penjara ada juru minuman dan juru roti Firaun yang juga dipenjara karena suatu kesalahan. Pada suatu waktu mereka bermimpi dan Yusuf dapat menafsirkan mimpi mereka yang kemudian menjadi kenyataan, yaitu: yang seorang (juru minuman) diwisuda dalam jabatan semula, sedang yang seorang (juru roti) dihukum gantung.
- Mimpi Firaun (Kej 41:1-36)
- Diceritakan bahwa Firaun bermimpi, ada tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus. Ada tujuh bulir gandum yang bernas dan baik dimakan oleh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu.
- Kemudian dipanggillah semua ahli dan orang berilmu di Mesir disuruh untuk menafsirkan arti mimpi Firaun, tetapi satu pun tidak ada yang dapat mengartikannya.
- Kemudian kepala juru minuman (yang pernah satu sel dengan Yusuf) memberitahukan kepada Firaun bahwa ada orang muda Ibrani yang dapat menafsirkan mimpi. Tetapi orang muda tersebut sekarang berada di dalam penjara.
- Maka dipanggillah Yusuf keluar dari penjara untuk menghadap Firaun dan mengartikan mimpinya. Dan Yusuf dapat mengartikan mimpi tersebut.
- Adapun mimpi tersebut bermakna: bahwa dalam tujuh tahun Mesir akan berkelimpahan dan kemudian akan disusul dengan tujuh tahun bahaya kelaparan. Kemudian Yusuf memberi saran supaya dalam masa berkelimpahan selama tujuh tahun itu diadakan penghematan dengan cara seperlima dari hasil disimpan sebagai persediaan (=lumbung paceklik). Dan untuk pelaksanaan rencana tersebut supaya ditunjuk seorang yang berakal budi dan yang bijaksana dan diangkat menjadi kuasa atas tanah Mesir.
- Maka ditunjuklah Yusuf untuk tujuan tersebut. Dan jadilah Yusuf sebagai penguasa di Mesir. Yusuf menyadari bahwa Allah sendiri yang menafsirkan mimpi Firaun tersebut.
- Yusuf Menjadi Penguasa di Mesir (Kej 41:39-45)
- Sekalipun belum menjadi kenyataan tafsiran Yusuf tersebut, tetapi Firaun percaya atas tafsiran tersebut. Maka Yusuf menjadi penguasa, diangkat oleh Firaun, di Mesir. Kekuasaan Yusuf begitu besar, sama dengan kekuasaan raja, kecuali takhta saja yang tidak diserahkan Firaun kepada Yusuf.
- Maka Yusuf mulai mengatur penyediaan gandum dan pembagiannya di masa kelaparan/paceklik. Dan Yusuf menyadari bahwa karya Allah selalu ada di balik segala pengalamannya.
- Pertemuan Yusuf dengan Saudara-Saudaranya (Kej 42:1-37)
- Ketika terjadi kelaparan di Kanaan, dan didengarnya bahwa ada gandum di Mesir, maka Yakub menyuruh anak-anaknya pergi ke sana untuk membeli gandum. Dan Benyamin , si bungsu yang masih kecil dan dikasihi, ditahan di rumah, tidak diperbolehkan ikut pergi ke Mesir.
- Pada waktu itu Yusuf sudah menjadi mangkubumi dan yang mengatur penjualan gandum tersebut. Ketika saudara-saudaranya sampai di Mesir, Yusuf segera mengenali mereka, tetapi mereka tidak mengenali Yusuf lagi. Maka dengan lagak dan gaya penguasa Yusuf bertanya kepada saudara-saudaranya itu dengan suara membentak. Setelah dijawab bahwa mereka dari Kanaan, kemudian mereka dituduh bahwa mereka mata-mata untuk mengetahui daerah mana yang tidak dijaga. Mereka bersumpah dengan jujur dengan menyembah bahwa mereka datang hanya untuk membeli gandum. Bahkan mereka mengatakan bahwa mereka 12 bersaudara; yang satu karena masih kecil tinggal di rumah, dan yang satu sudah tidak ada lagi.
- Keterangan tersebut masih belum dipercaya oleh Yusuf dan mereka kemudian dimasukkan ke dalam penjara selama tiga hari. Dan pada hari ketiga mereka dilepas, dan Simeon tinggal dengan dibelenggu di depan mereka sebagai jaminan bagi kejujuran mereka. Kejujuran mereka yang diminta oleh Yusuf adalah:
- bahwa mereka bukan mata-mata/pengintai; dan
- bahwa mereka akan mengajak adiknya si bungsu ke Mesir.
- Dalam dialog tersebut saudara-saudara Yusuf memakai juru bahasa. Maka tatkala mereka saling berbicara dalam bahasa mereka dan menyesali perbuatannya sewaktu “menyiksa” Yusuf dengan memasukkannya ke dalam sumur dan sekarang mereka memetik buahnya di masukkan dalam penjara, Yusuf tahu semuanya yang mereka bicarakan. Setelah tahu apa yang dibicarakan saudara-saudaranya itu Yusuf mengundurkan diri dan menangis.
- Kemudian Yusuf menyuruh mereka pulang dengan membawa gandum dan menahan Simeon (setelah sebelumnya memerintahkan memasukkan kembali uang pembeliannya ke dalam karung mereka). Dan ketika di tengah jalan mereka membuka karungnya dan didapatinya uangnya kembali, mereka menjadi heran dan tidak tahu apa yang akan terjadi atas mereka.
- Sesampai di Kanaan, semua yang terjadi diceritakan kepada Yakub, ayah mereka. Tidak lupa dilaporkan juga bahwa penguasa negeri Mesir itu meminta supaya Benyamin dibawa ke sana sebagai bukti kejujuran mereka bahwa mereka bukan pengintai. Yakub keberatan jika Benyamin dibawa ke Mesir.
- Pertemuan Kedua Yusuf dengan Saudara-Saudaranya (Kej 43:1-34)
- Bahaya kelaparan masih berlangsung, dan gandum yang dibeli sudah habis, maka Yakub menyuruh anak-anaknya untuk pergi ke Mesir lagi membeli gandum. Tetapi Yehuda mengingatkan bahwa tanpa Benyamin, tidak mungkin mereka pergi lagi ke Mesir. Karena penguasa di sana melarangnya datang lagi tanpa mengajak Benyamin. Yakub masih keberatan melepas Benyamin, karena kalau ada bahaya di jalan, berarti ia akan kehilangan anak lagi (sehingga dua anak dari isteri terkasih hilang semua).
- Setelah Yehuda menanggung akan keselamatan Benyamin, dengan rasa berat akhirnya Yakub melepas Benyamin ikut pergi ke Mesir. Untuk pergi ke Mesir yang kedua dalam rangka membeli gandum ini, Yakub menyuruh anaknya untuk membawa “oleh-oleh” sebagai persembahan bagi penguasa di Mesir dan uang pembelian gandum yang dikembalikan oleh penguasa itu, harus dikembalikan lagi sebanyak dua kali lipat. Sesudah semua siap berangkatlah mereka ke Mesir.
- Setelah Yusuf melihat Benyamin bersama dengan saudara-saudaranya, disuruhnyalah kepala rumah tangganya untuk membawa mereka ke rumah dan disuruhnya pula untuk menyembelih seekor hewan untuk (pesta) makan siang. Ketika mereka dibawa ke rumah Yusuf, mereka sudah mengira bahwa mereka akan mendapat hukuman (celaka) lagi lantaran uang pembelian gandum yang kedapatan dalam karung. Mereka mengira bahwa mereka akan dijadikan budak dan keledai mereka akan diambil. Pada saat itu Simeon yang disandra sebagai jaminan, dikeluarkan dan berkumpul bersama mereka.
- Tengah hari ketika Yusuf datang, ia bertanya tentang keselamatan mereka dalam perjalanan. Termasuk keselamatan orang tua mereka, Yakub, yang sudah tua. Kemudian disajikanlah makan siang. Saudara-saudara Yusuf duduk tepat berhadap-hadapan dengan Yusuf. Pada waktu menghidangkan makan, kepada Benyamin diberikan porsi istimewa yaitu lima kali lipat daripada untuk saudara-saudaranya yang lain.
- Piala Yusuf Hilang dan Didapati Kembali (Kej 44:1-17)
- Yusuf perintah kepada kepala rumah tangganya untuk mengisi karung saudara-saudaranya itu penuh dengan gandum dan tidak lupa pula untuk memasukkan kembali uang pembeliannya ke dalam karung mereka. Dan khusus untuk karung si bungsu, Benyamin, selain uang pembelian gandum yang harus dimasukkan/dikembalikan, juga piala perak Yusuf supaya dimasukkan ke dalam karungnya.
- Setelah rombongan berangkat, belum jauh dari kota Yusuf mengutus kepala rumah tangganya untuk mengejar mereka dan menggeledah dan mengambil piala perak Yusuf kembali. Pada karung siapa piala itu kedapatan maka ia harus dibawa kembali untuk dijadikan budak. Piala ditemukan di karung Benyamin, maka Benyamin harus ditahan.
- Sebagai tanda kejujuran, maka Yehuda bersaudara mengoyakkan jubahnya, untuk menunjukkan bahwa Benyamin tidak bersalah. Termasuk mereka semua jujur, tidak bersalah. Maka setelah mengemasinya keledai dengan muatannya, mereka kembali ke kota untuk membela kebenaran dan kejujuran Benyamin.
- Rombongan kembali menghadap Yusuf dan Yehuda sebagai juru bicara menjelaskan secara kronologis misi mereka membeli gandum ke Mesir. Termasuk juga dilaporkan mengapa Benyamin bisa dilepas oleh ayahnya untuk ikut pergi ke Mesir membeli gandum. Sebagai kejujuran kemudian Yehuda merelakan diri mengantikan Benyamin sebagai budak, asalkan Benyamin boleh pulang bersama rombongan demi keselamatan orang tuanya yang sudah lanjut usia (Kej 44:18-34).
- Yusuf Membuka Kedoknya Kepada Saudara-Saudaranya (Kej 45:1-15)
- Atas pernyataan Yehuda tersebut di atas, maka Yusuf tidak dapat menahan hatinya, sehingga ia menyuruh keluar orang-orang, dan di situ ia hanya bersama dengan saudara-saudaranya saja. Tida ada orang lain. Kemudian Yusuf dengan menangis keras-keras menyatakan/memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya, bahwa dia adalah Yusuf yang mereka jual ke Mesir.
- Kemudian Yusuf mengajak mereka, saudara-saudaranya, sekarang tidak perlu susah hati karena semua itu adalah rencana Allah. Dengan kejadian yang lampau Allah mengutus dia (Yusuf) untuk mendahului ke Mesir (dalam rangka mengatasi bahaya kelaparan). Jadi Yusuf sampai di Mesir itu bukan perbuatan mereka (kakak-kakaknya) tetapi itu karya Allah. Mereka hanya sebagai sarana Allah saja.
- Ketika didengarnya juga oleh Firaun bahwa saudara-saudara Yusuf datang, maka Firaun pun menerimanya dengan baik. Bahkan Firaun menyuruh memuati binatang-binatang mereka secukupnya dan juga menjemput ayah mereka ke Kanaan. Apa pun yang terbaik di Mesir ini adalah milik Yusuf (Kej 45:20). Setelah rombongan pulang dari Mesir, diceritakanlah semuanya kepada Yakub; dan berita yang paling utama adalah bahwa Yusuf masih hidup. Maka kembalilah semangat hidup Yakub sehingga ia mau berangkat ke Mesir, sebelum mati, untuk melihat Yusuf anaknya yang terkasih (Kej 45:28).
- Memetik Ajaran Iman Yusuf. Ajaran iman yang dapat kita petik dari iman Yusuf adalah bahwa segala yang terjadi itu adalah rencana dan karya Allah semata; sebagaimana kutipan ayat di bawah ini:
“Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai. Maka Allah telah menyuruh aku untuk mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dia-lah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.” (Kej 45: 5-8). - Yakub Pindah ke Mesir (Kej 46:1 – 47:12)
- Atas izin Firaun maka Yakub dengan segala anak dan isterinya dan keluarganya pindah ke Mesir. Setelah mereka datang di Mesir, maka perwakilan mereka menghadap kepada Firaun dengan diantar oleh Yusuf. Sebelumnya Yusuf berpesan, kalau Firaun bertanya supaya mereka mengaku/menjawab bahwa pekerjaan mereka adalah gembala. Ini dengan maksud agar mereka diperbolehkan tinggal di Gosyen, tanah subur yang cocok untuk penggembalaan. Bagi orang Mesir gembala kambing domba adalah kekejian.
- Demikianlah sewaktu Yusuf menghadap Firaun dengan lima orang saudaranya dan ditanya oleh Firaun tentang pekerjaan mereka, mereka menjawab sebagai gembala, dan mohon izin untuk tinggal di Gosyen sebagai orang asing. Firaun menjawab permohonan mereka, bahwa tanah Mesir terbuka untuk mereka. Maka menetaplah mereka di Gosyen.
- Akhir Hidup Yakub dan Yusuf (Kej 48:1 – 50:25)
- Yakub memberkati Manasye dan Efraim, anak-anak Yusuf, sehingga kedua anak Yusuf tersebut menjadi bapa dua suku (tidak ada suku Yusuf, yang ada suku Manasye dan suku Efraim). Suku Israel tetap dua belas karena Lewi yang bertugas khusus mengurusi Bait Suci tidak mendapatkan tanah.
- Yakub memanggil anak-anaknya dan bernubuat atas mereka (Kej 49:2-28).
- Yakub meninggal dunia dan jenazahnya dikuburkan di Makhpela, sebelah timur Mamre, di tanah Kanaan.
- Saudara-saudara Yusuf khawatir, jangan-jangan Yusuf nantinya akan membalas dendam maka Yusuf memberi jaminan untuk menanggung kehidupan mereka.
Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makananmu dan makan anak-anakmu juga”. Demikianlah ia menghibur mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kej 50: 19-21). - Yusuf meninggal dalam usia 110 tahun, setelah sebelumnya ia berpesan agar tulang-tulangnya dibawa ke Kanaan.
- Memetik Pesan Iman
- Rasa iri hati dan benci akan membawa keretakan di dalam keluarga. Ini terbukti pada saudara-saudara Yusuf yang irihati kepada Yusuf kemudian sifat iri itu memuncak menjadi rasa benci. Maka terjadilah “tragedi Yusuf” sampai ia dijual sebagai budak di Mesir. Nyaris ia dibunuh oleh saudara-saudara kandungnya. Juga kita melihat rasa iri hati antara Kain dengan Habel, yang berakibat adanya pembunuhan dan kutuk dari Tuhan.
- Allah menunjukkan pendampinganNya dalam kemalangan manusia. Dalam penderitaan manusialah kasih Allah makin nyata. Kita telah mengetahui bagaimana kisah Sara yang sampai tua belum dikaruniai anak. Padahal perempuan tanpa anak pada masa itu dipandang sebagai aib. Lazarus yang sungguh menderita dalam hidupnya di dunia, mendapat tempat yang bahagia di Surga. Allah sungguh Mahakasih.
- Pemberian maaf atau ampun dari Yusuf kepada saudara-saudaranya menjadikan jaminan adanya ikatan persaudaraan. Yesus sendiri mengajarkan berapa kali kita harus memberi maaf. Bukan tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali (Mat 18:21-22). Maksudnya memberi ampun tanpa batas. Inilah kunci persaudaraan.
- Dari seluruh kisah Yusuf nyata sekali bahwa Allah berkarya di balik kisah Yusuf dan keluarganya.
